Fikih & Ushulnya

Semua Utang yang Membawa Manfaat maka Itu Adalah Riba

Jika sejumlah uang ditukar dengan sejumlah uang lainnya di mana keduanya adalah dalam mata uang yang sama, maka wajib terpenuhi dua syarat agar transaksi ini tidak menjadi transaksi ribawi. Kedua syarat tersebut adalah: Jumlahnya harus sama. Harus yadan bi-yadin, alias harus kontan atau tunai. Adapun dalam transaksi utang-piutang, seperti ketika A memberikan utang kepada B, …

Semua Utang yang Membawa Manfaat maka Itu Adalah Riba Read More »

Hati-Hati dalam Menisbatkan Sebuah Pendapat dan Pendalilan kepada Suatu Madzhab

Dua madzhab yang berpendapat sama dalam sebuah masalah itu tidak berarti keduanya berlandaskan dalil yang sama dalam masalah tersebut. Misalnya, mari kita tinjau sebuah masalah berikut. Jika Ahmad mewakilkan penjualan barang miliknya kepada Hasan, maka apakah boleh bagi Hasan untuk membeli barang tersebut untuk dirinya sendiri, padahal di saat yang sama dia juga bertindak sebagai …

Hati-Hati dalam Menisbatkan Sebuah Pendapat dan Pendalilan kepada Suatu Madzhab Read More »

Tiga Kunci Sukses Belajar Fikih

Belajar fikih itu memiliki beberapa sisi yang masing-masingnya memiliki tuntunannya sendiri. Pertama: Dari sisi niat, maka kita diwajibkan untuk mengikhlaskan amalan ibadah kita hanya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Tidak diragukan lagi, belajar fikih adalah ibadah, sehingga wajib bagi kita untuk senantiasa meluruskan dan memurnikan niat ketika belajar. Kedua: Dari sisi cara belajar, maka tidak …

Tiga Kunci Sukses Belajar Fikih Read More »

Bermadzhab Itu Tidak Identik dengan Fanatik Madzhab

Hari ini ana melihat ada sebagian penuntut ilmu yang tidak mau belajar fikih dengan madzhab, kemudian mengidentikkan hal tersebut dengan fanatisme atau ta’ashub. Dan kalau kita lihat, kajian fikih yang mereka datangi adalah kajian kitab fikih milik Syaikh as-Sa’diy atau milik murid beliau, Syaikh al-‘Utsaimin. Padahal, tahukah mereka, bahwa Syaikh as-Sa’diy bisa menjadi seorang Syaikh …

Bermadzhab Itu Tidak Identik dengan Fanatik Madzhab Read More »

Keutamaan Belajar Fikih dengan Madzhab Tanpa Fanatik terhadapnya

Belajar fikih dengan madzhab itu gunanya adalah agar kita mudah untuk memahami kaidah dan istilah yang digunakan oleh para fuqaha’ dalam literatur mereka. Jika belajar fikih tidak dengan madzhab, maka relatif lebih susah untuk “naik kelas” dalam ilmu fikih. Biasanya hanya akan berputar-putar di kitab-kitab kontemporer. Atau yang lebih parah lagi, literasinya hanya terbatas pada …

Keutamaan Belajar Fikih dengan Madzhab Tanpa Fanatik terhadapnya Read More »

Di Antara Hal-Hal yang Sunnah dan Makruh Dilakukan ketika Puasa

Di Antara Hal-Hal yang Sunnah Dilakukan ketika Puasa Pertama: Mengakhirkan makan sahur. Dari Anas ibn Malik radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, تسحَّروا فإن في السحور بركة. “Makan sahurlah, karena sesungguhnya pada makan sahur itu ada keberkahan.”1 Dari Anas ibn Malik radhiyallahu ‘anhu bahwa beliau berkata, عن زيد بن ثابت رضي الله …

Di Antara Hal-Hal yang Sunnah dan Makruh Dilakukan ketika Puasa Read More »

Tata Cara Qadha’, Fidyah, dan Kaffarah Jima’

Tata Cara Qadha’ Puasa Ramadhan Disunnahkan untuk menyegerakan qadha’ puasa Ramadhan dan melaksanakannya secara berturutan, karena lebih cepat dalam mengerjakan kewajiban itu lebih utama. Akan tetapi, boleh baginya untuk mengakhirkan qadha’ selama belum masuk bulan Ramadhan berikutnya. Jika waktu yang tersisa sebelum Ramadhan berikutnya adalah sama dengan jumlah hari yang harus dia qadha’, maka wajib …

Tata Cara Qadha’, Fidyah, dan Kaffarah Jima’ Read More »

Belum Mandi Wajib setelah Terbit Fajar, Apakah Puasanya Sah?

Seseorang yang junub, baik setelah jima’, setelah mimpi basah, ataupun sebab-sebab lainnya, dan seorang wanita yang telah selesai haidh dan nifasnya sebelum terbit fajar, jika setelah terbit fajar dia belum melakukan mandi wajib, maka puasanya sah. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, وَكُلوا وَاشرَبوا حَتّىٰ يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الخَيطُ الأَبيَضُ مِنَ الخَيطِ الأَسوَدِ مِنَ الفَجرِ ۖ ثُمَّ …

Belum Mandi Wajib setelah Terbit Fajar, Apakah Puasanya Sah? Read More »

Sesuatu yang Yakin Tidak Bisa Dihilangkan oleh Keraguan

Sebuah kaidah fikih mengatakan, اليقين لا يزول بالشك. “Sesuatu yang yakin tidak bisa dihilangkan oleh keraguan.” Jika seseorang ragu-ragu apakah sudah terbit fajar atau belum sehingga dia masih makan sahur, maka puasanya tidak batal, walaupun dia menyadari setelahnya bahwa tadi ketika dia makan ternyata sudah terbit fajar. Ini karena keraguannya tersebut tidak bisa menghilangkan sesuatu …

Sesuatu yang Yakin Tidak Bisa Dihilangkan oleh Keraguan Read More »

Scroll to Top