Kapan Ibadah Puasa Dilakukan?

Ibadah puasa, baik itu puasa wajib seperti puasa Ramadhan ataupun puasa sunnah, dilakukan dari terbit fajar hingga terbenam matahari, sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,

وَكُلوا وَاشرَبوا حَتّىٰ يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الخَيطُ الأَبيَضُ مِنَ الخَيطِ الأَسوَدِ مِنَ الفَجرِ ۖ ثُمَّ أَتِمُّوا الصِّيامَ إِلَى الَّيلِ

“Makan dan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam dari fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa hingga malam tiba.”1

Oleh karena itu, waktu pelaksanaan ibadah puasa dikaitkan dengan dua tanda alam yang disebutkan dalam ayat di atas, yaitu terbit fajar dan terbenam matahari, dan tidak dikaitkan dengan adzan. Itu mengapa boleh bagi seorang mu’adzin untuk berbuka terlebih dahulu, dengan seteguk air misalnya, sebelum dia mengumandangkan adzan maghrib.

Catatan: Artikel ini adalah bagian dari buku kami Tuntunan Ibadah Ramadhan di Tengah Wabah Corona. Bagian lainnya dari buku ini yang berkaitan dengan fikih puasa Ramadhan dapat disimak di sini.

Penulis: Ustadz Dr. Andy Octavian Latief
Artikel Al-Minhaj Institute

Footnotes:
  1. Surat al-Baqarah: 187. []

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top